OVERVIEW
Bagi para pengguna jaket, terutama jaket outdoor, tentu tidak asing dengan bahan yang memiliki spesifikasi "Waterproof Breathable 3 Layer". Bahan jenis ini memiliki 3 lapisan kain yang memiliki fungsi yang berbeda dan pada akhirnya mampu menyatukan fungsi masing - masing menjadi performa bahan yang memiliki kemampuan windproof dan waterproof, namun breathable. Sangat disayangkan bahan dengan spesifikasi ini tidak diproduksi di Indonesia, sehingga dengan berat hati kami harus melakukan import bahan dari luar negeri, dengan proses yang panjang hampir memakan waktu 6 bulan. Contoh bahan yang memiliki spesifikasi ini adalah GoreTEX, e-Vent, Hyven, dll
Bahan jenis waterprrof breathable yang baik biasanya memiliki 3 lapisan layer,
- Lapisan pertama, disebut outer, yaitu lapisan bahan yang terlihat dari luar memiliki warna dan tekstur tertentu. Biasanya terbuat dari bahan yang relatif tahan gesekan. Pada produk yang bagus, outer layer memiliki kemampuan windproof dan water-repellent. Windproof mampu menahan angin untuk tidak masuk secara berlebihan, sedangkan water-repelent akan membuat air yang mengenai bahan outer menjadi bulir air dan tidak meresap ke kain. Seperti fitur pada DWR di artikel berikut. Dalam kondisi hujan deras, sifat water-repellent tidak lagi mampu menahan guyuran air, tugas menahan guyuran air adalah tanggung jawab layer berikutnya.
- Lapisan kedua, yaitu membran waterproof dan breathable yang pada umumnya mempunyai sifat lengket di kulit, berbentuk seperti karet, namun bukan lapisan balon seperti pada bahan waterproof 2 layer. Bahan bagian ini mampu menahan air yang masuk dari outer layer secara penuh, namun tetap bisa melewatkan udara panas dari dalam jaket. Sehingga pengguna jaket tidak merasa kepanasan.
- Lapisan ketiga, yaitu lining, terkadang disebut juga liner, atau kadang juga backing. Lining pada bahan 3 layer biasanya menempel pada lapisan membran layer kedua. Digunakan sebagai protective layer, agar terasa nyaman saat bersentuhan dengan kulit, terutama pada bahan hardsheel. Biasanya terasa licin, lembut dan agak dingin.
TESTING BAHAN
Ketika bahan kami terima, pertama kali yang kami lakukan ada test performa dan durabiliti. Kesan pertama bahan ternyata tidak setebal yang kami bayangkan. Mirip dengan bahan lainnya cukup tipis dan tidak kaku. Kebetulan kami memilih jenis bahan dengan tekstur biasa, bukan hardshell. kedepannya, kami akan mencoba menggunakan bahan hardshell. Untuk testing, kami mencoba mengetahui ketahanan bahan ketika terjadi gesekan, tekukan, atau bahkan sayatan. Bagian outer pada bahan yang kami gunakan memiliki tekstur ribstop, dimana benang dijahit saling berseberangan membentuk motif kotak - kotak kecil sehingga mampu menahan sobekan.
Bahan mampu bertahan dengan baik ketika terjadi gesekan ataupun tarikan. Ribstop mampu menahan sobekan agar sobekan tidak bertambah panjang. Selanjutnya, kami mencoba mengelupas bahan untuk bisa melihat lapisan layer pada bahan. Dan ternyata cukup sulit untuk bisa mengelupas bahan, digesek dengan tanah dan batu pun tidak terkelupas. Langkah untuk mengelupas, kami coba mesukkan jarum lewat samping kain, kemudian sedikit demi sedikit kami sayat. Akhirnya kami bisa melihat 3 lapisan bahan.
Jika diperhatikan, outer layer berwarna hitam, waterproof breathable layer berwarna putih, dan lining berwarna abu - abu. Testing secara fisik secara keseluruhan hasilnya sangat baik. Pada artikel selanjutnya, kami test performa ketahanan terhadap air.



