Kita sering berasumsi bahwa perhitungan detail, pre-test, dan kegiatan engineering hanya berlaku pada kebutuhan atau produk yang bersifat teknis saja seperti properti bangunan, elektro, atau automotive. Akan tetapi tahukan Anda bahwa engineering juga bisa diterapkan pada fashion. Dalam hal ini kami menggunakan ilmu engineering untuk men-design dan testing produk kami. Setiap produk kami coba design sebaik mungkin dengan mempertibangkan segala kemungkinan. Berikut beberapa plain design dan test berbasis 3D yang kami lakukan pada pre-production produk kami.
Heat Map
Secara teknis, heatmap merupakan salah satu cara visualisasi terbaik untuk menampilkan data poin yang padat. Heatmaps digunakan untuk memudahakan dalam pengidentifikasian cluster dimana ada konsentrasi tinggi suatu aktifitas. Heatmap juga berguna dalam cluster analysis atau hotspot analysis. Dalam hal ini kami melakukan test penyebaran panas pada saat jaket digunakan. Kami mencoba menyesuaikan ukuran, jenis fabric, dan bentuk agar tidak terjadi penumpukan panas pada suatu titik.
Gambar merupakan contoh plain design dengan visual probabilitas penumpukan panas pada titik tertentu. penumpukan panas bisa terjadi karena ukran terlalu ketat, atau fabric terlipat . Terlihat pada gambar ada beberapa perbedaan warna.
Visualisai warna hijau menunjukkan kondisi yang cukup tersirkulasi dan tidak terlalu ketat. Sedangkat visual warna jingga hingga merah menunjukkan tekanan, dan panas yang berlebih bada bagian tertentu. Untuk mengurangi tekanan dan panas langkah yang perlu dilakukan adalah mengubah ukuran sehingga lebih longgar. Bisa juga mengubah tekstur dan kepadatan fabirc yang digunakan. Beberapa aplikasi 3D atau simulator tertentu memungkinkan untuk menentukan jenis fabric atau garment yang akan digunakan.
Pressure Point
Cara ini digunakan untuk mengetahui kemungkinan tekanan yang terjadi pada produk ketika digunakan. Pressure point juga dimanfaatkan sebagai salah satu mekanisme untuk menentukan ukuran dan design ideal. Akan tetapi nilai pressure point sangat dinamis mengingat ukuran dan postur tubuh kebanyakan orang berbeda satu sama lain. Tekanan yang berlebih disa diakibatkan karena bahan garmet yang berat, penumpukan fabric, atau ukuran yang terlalu ketat.
Sizing
Standart
ukuran yang kami gunakan adalah standart asia yang juga digunakan oleh
produk - produk ternama lainnya. Beberapa produk menggunakan standart
ukuran parka. Seacara design, kami mencoba membuat ukuran yang cukup
ideal dengan memperhatikan heat map dan pressure point.
Dengan software simulasi, memudahkan kami dalam menentukan perkiraan ukuran rata - rata. Beberapa software simulator 3d menyediakan karakter dengan ukuran berbagai ras. Dalam simulasi yang kami gunakan, kami memiliki karakter dengan ukuran asia. Dengan demikian, kami terus mencoba melakukan design dan test pre-production untuk dapat membuat produk yang baik dan ideal.
Hasil test diatas berupa probabilitas dan visualisi pada plain design, ada kemungkinan perbedaan ketika digunakan pada kondisi real dikarenakan perbedaan ukuran tubuh atau janis fabric yang digunakan.