Contact Form

 

PROTOTYPE

Vest
Kurang lebih 2,5 tahun yang lalu terbesit sebuah ide. ide yang didasari atas pengalaman kami pada saat melakukan traveling. Kami adalah team dengan pekerjaan yang membutuhkan kegiatan traveling secara berkala. Minimal satu bulan sekali kami harus melakukan perjalanan ke luar kota. Dan hampir semua jenis media transportasi dari ojek, becak, bus, metromini, kapal, sampai pesawat pernah kami gunakan dalam perjalanan. Kegiatan traveling merupakan kegiatan yang melelahkan sekaligus membutuhkan kejelian untuk menjaga barang berharga yang kita bawa. Terlebih barang atau benda yang berbentuk kecil.

Berdasarkan Pengalaman

Kami memiliki beberapa pengalaman yang kurang menyenangkan pada saat traveling, dimana pengalaman ini memunculkan ide untuk membuat jaket yang dapat membuat kegiatan traveling lebih mudah dan nyaman.

1. Gunakan Jaket

Perjalanan jauh dengan menggunakan kendaraan ber-AC adalah pilihan yang bijak. Perjalanan yang dilakukan di siang hari didaerah tropis mungkin tidak akan terasa dingin, namun jika perjalanan dilakukan pada malam hari, terlebih pada saat hujan, siapkan jaket untuk membantu menghangatkan badan. Suatu ketika saya pernah mendapat tugas ke luar kota dengan pesawat dengan jadwal paling pagi. Beberapa minggu sebelum keberangkatan rekan - rekan saya mengatakan bahwa tidak perlu memakai jaket karena hanya akan merepotkan, alhasil sampai di bandara pagi itu saya tidak membawa jaket sama sekali. Dan semua teman saya yang sama - sama berangkat membawa jaket. Dan dari sinilah saya mulai mempertanyakan arti pertemanan kami. Di hari itu juga saya bisa merasakan perjalanan dipagi hari kondisi hujan dikabin pesawat ber AC untuk beberapa jam kedepan.

2. Dokumen penting wajib melekat di badan.

Sediakan tas kecil sebagai tempat dokumen, atau lebih efisien dengan menggunakan jaket yang memiliki banyak saku. Kenapa tas kecil tidak efisien ?, pernah duduk di dekat pintu darurat ? duduk di lokasi ini tidak diijinkan membawa barang yang akan menyulitkan proses evakuasi jika terjadi hal darurat. Pengalaman saya sewaktu perjalanan ke luar negeri, saya simpan pasport di tas selempangan. Dan ternyata saya mendapat tempat duduk dekat pintu darurat dimana saya harus meletakkan tas saya ke cabin. Biasanya jika bepergian keluar negeri akan di beri form keiimigrasian, pada waktu itu diberikan dipesawat. Namun saya kerepotan harus mengambil passport di cabin terlebih dahulu. Pernah juga ketikda dalam perjalanan ke Jepara menggunaakan bus, dompet saya terjatuh di dalam bus ketika saya turun dari bus. Dari pengalaman ini, akan lebih nyaman dan aman ketika menggunakan jaket, dimana tiap saku pada jaket memiliki zipper.

3. Body Scanner yang merepotkan

Pernahkan melewati body scanner namun lupa dompet atau HP masih di saku ? biasanya akan diminta untuk menanggalkan HP dompet, dan barang berlogam lainnya pada saat melewati body scanner. Atau pernah melihat orang kerepotan dengan banyak bawaan yang harus dimasukkan ke mesin scaner sehingga memakan waktu yang lama ? kadang justru kita sendiri yang mengalaminya. Selain malu, juga memperlambat proses scanning. Akan lebih efisien jika HP, dompet, dan barang kecil yang sewaktu - waktu dibutuhkan, disimpan didlam jaket, sehingga pada saat proses secanning cukup lepas jaket.

Fitur yang membedakan dengan produk lain

1. Saku yang cukup banyak

Dari beberapa pengalaman diatas, kami mulai mendesign jaket dengan fitur yang memudahkan bagi para travelers. Fitur yang kami utamakan adalah jumlah saku yang  cukup banyak, yakni sekitar 12 saku. Dengan ukuran saku 10" 2 unit, 7" 8 unit dan 4" 3 unit. Setiap saku dilengkapi dengan zipper sehingga benda/barang yang disimpan didalam saku tidak akan mudah terjatuh.

2. Bahan berteknologi tinggi dan teruji.

Kemudian bahan yang kami gunakan adalah jenis microfiber yang memiliki ketahahan terhadap air dengan skala intesitas 0-5,000 mm, dengan kondisi Light rain, tanpa pressure.  Dengan kata lain bahan sudah bisa dikatakan waterproof, namun bukan kemudian full 100% waterproof seperti jas hujan. Di indonesia dalam kondisi hujan lebat, kebanyakan akan memilih untuk menggunakan jas hujan, dan jaket ini bukan menggantikan posisi jas hujan. Bahan yang memiliki coating 100% waterproof biasanya tidak breatheable kecuali produk sekelas gore-tex, e-vent, dll. Dan produk original yang menggunakan bahan sekelas gore-tex pasti memiliki harga diatas 1 juta. Bahan juga bersifat water-repellent sehingga memiliki sifat seperti daun talas.


Dengan penggunaan diderah tropis, bahan bersifat breathable dan ketahanan terhadap angin yang tidak terlalu kuat. Kenapa ketahanan terhadap angin yang kurang kuat yang kami pilih ? Indonesia merupakan daerah tropis yang cenderung panas, sehingga kami menggunakan bahan dengan sirkulasi udara yang cukup banyak. Kami pernah mencoba membuat prototype dengan bahan full windproof, dan hasilnya bagi kami terasa kurang nyaman. 



3. Part dan Kit yang berkualitas

Sudahkan Anda membaca review kami pada produk YKK. Small parts big difference. Kami menggunakan part yang berkualitas mulai dari part yang terkecil. Kebanyakan part yang mendukung produk kami menggunakan produk YKK.

Sebelum kami mempublikasi produk, ada beberapa prototype yang kami buat untuk dapat membuat produk akhir yang benar - benar optimal. Setidaknya kami telah membuat 4 prototype dengan test pada masing - masing prototype sesuai dengan kondisi penggunaan real, mulai dari penggunaan pada saat hujan, naik gunung, camping, dll. Berikut adalah review masing - masing prototype dan hasil taesting yang kami lakukan.

PROTOTYPE 1 

Prototype pertama produk kami selesai dibuat pada Juni 2015, berupa produk jaket outdoor waterproof double layer yang kami beri kode nama UDARA. Dan kami melakukan testing untuk mengetahui kemampuan dan kekurangan jaket tersebut. Kami membuat produk made in Indonesia tidak hanya asal jadi. Yang kami inginkan adalah produk yang benar - benar bagus dan sesuai dengan standart kami. Memang untuk prototype pertama ini masih memiliki banyak kekurangan. Berikut detail testing kami pada produk kami.



Secara fisik jahitan, masih perlu dirapikan. ada beberapa bagian dengan jahitan yang menurut kami belum rapi terutama bagian logo dan lengan. Ukuran hoodie juga kurang besar. Namun kami akan mencoba meminimalisir kesalahan jahitan yang ada.

Test pertama kami coba pada kondisi hujan real cukup lebat dengan Intensitas 50 – 100 mm. Test dilakukan dengan cara mengenakan jaket dan berdiri ditengah hujan. Hasilnya masih kurang memuaskan dimana kain berwarna biru tembus air setelah testing dalam waktu kurang lebih 15 menit. Jaket ini terdiri dari beberapa potongan kain dengan warna yang berbeda. Warna Abu - abu, abu - abu tua, dan warna biru. Kain warna biru ini yang ternyata memiliki daya tahan terhadap air yang tidak terlalu bagus. kedepannya akan kami ganti dengan kain yang memiliki kualitas lebih bagus. Kain yang kami gunakan adalah kain jenis Taslan Waterproof dengan teknologi water repellent sehingga air yang mengenai kain tidak merembes, namun terpental dan menempel dalam bentuk bulir air.

Testing kedua kami lakukan dengan cara menggunakan jaket prototype pada saat berkendara sepeda motor dengan jarak tempuh kurang lebih 30 KM, dari Sleman menuju Bantul. Kondisi juga hujan dengan berkendara dalam kecepatan rata - rata 60 Km/h, dan kecepatan maksimal 80 Km/h. Dimulai dari Condong Catur Sleman Yogyakarta dengan keadaan hujan ringan intensitas 5 – 20 mm. Jaket masih mampu menahan air hujan. Mulai memasuki jalan Suryowijayan mulai hujan sedang dengan intensitas yang semkin meningkat, air mulai merembes di bagian kain biru, namun kain taslan abu - abu masih mampu menahan air hujan. Memasuki jalan bantul hujan menjadi sangat deras dan tepatnya di depan masjid Agung Bantul tester kami bisa merasakan air mulai merembes. Memang kain taslan yang kami gunakan bukan jenis taslan baloon yang tidak bisa ditembus air sama sekali (taslan baloon biasa digunakan untuk bahan rain coat). Kain yang kami gunakan jenis taslan breathable supaya tidak terlalu panas saat digunakan. 

Testing ketiga dengan menggunakan jaket untuk berkendara sepeda motor pada saat kondisi cerah pada malam hari. Hasilnya cukup nyaman bahan yang kami gunakan juga memiliki fitur wind stopper sehingga udara malam tidak terlau banyak masuk menembus kain. Ketika digunakan pada saat siang hari pun tidak terlalu panas.



Testing keempat, kami gunakan untuk berwisata ke Gunung Suroloyo Sami Galuh. Sekedar berjalan - jalan dan menikmati pemandangan sampai malam tiba. Cukup memuaskan kami rasa untuk suasana udara dingin pegunungan ditambah peluh lelahnya perjalanan.

PROTOTYPE 2

Prototype kedua selesai bulan November 2015. Pada protoype ini kami mengganti bahan yang digunakan. Sebelumnya menggunakan taslan transparent layer, sekarang kami menggunakan taslan 2 layer dan bagian dalam menggunakan polar. Hasil cukup bagus sesuai standart kami, namun dari hasil testing penggunaan, polar tidak terlalu cocok untuk traveling dikarenakan cukup panas, sirkulasi pembuangan panas kurang optimal. Polar lebih ccocok digunakan ketika camping di puncak gunung atau dalam kondisi dingin. Penggunaan inner polah pada saat traveling seperti di bus kurang rekomen.

 

PROTOTYPE 3

Prototype ketiga selesai bulan mei 2016, hampir sama dengan prototype 2, kali ini kami menggunakan mesh untuk inner jaket. Pada protoype ini standart yang kami butuhkan sudah tercapai, kecuali design akhir. Ada beberapa ukuran yang kurang tepat terutama lengan dan hoodie.Hasil tetsing pada prototype ini cukup baik, Test sederhana dilakukan dengan cara berdiri di tengah hujan lebat, hasilnya air tidak dapat menembus kedalam jaket.

PROTOTYPE 4 (FINAL)

November 2016, berdasarkan hasil testing prototype sebelumnya, protorype terakhir ini mengalami perubahan yang signifikan, dari segi bahan maupun jahitan. Bahan yang digunakan saat ini bukan lagi jenis taslan, namun bahan lain dengan teknologi microfiber dengan kemampuan water-repellent dan breathable yang lebih baik.

Total comment